BELAJAR
MANAJEMEN PERTANDINGAN MELALUI KEGIATAN PORAK
Oleh:
Irvan Kristivan, M.Pd.


Panitia
Panitia pelaksana
kegiatan porak adalah ketua kelas (KM) dan wakil KM dari kelas 3 sampai kelas
6. Masing-masing dibagi menjadi 2 panitia. Untuk laki-laki menjadi panitia
sepakbola, dan perempuan menjadi panitia hadang (Gobak sodor/galah). Tugas
panitia adalah mengatur dan mengkondisikan pertandingan agar pertandingan dapat
berjalan dengan sukses. Panitia juga bertugas untuk mengatur dan memilih wasit,
instruktur pertandingan, bagan pertandingan, serta peralatan dan perlengkapan pertandingan.
Wasit

Instruktur
pertandingan
Instruktur pertandingan
(IP) bertugas untuk mencatat semua kegiatan porak. Tugas yang paling sederhana
IP adalah mencatat pemenang dalam setiap pertandingan. Dengan mncatat semua
pemenang dalam setiap pertandingan maka tidak akan tertukar tim yang sudah
menang dan tim yang sudah kalah sehingga pertandingan dapat selesai sampai
pertandingan final.
Peralatan
dan perlengkapan pertandingan.
Peralatan dan
perlengkapan pertandingan yang sederhana dalam sepak bola adalah bola, peluit,
bendera hakim garis, scoring seet/bagan pertandingan, serta kostim pemain dan
lapangan permainan. Sedangkan untuk hadang peluit, bendera hakim garis, scoring
seet/bagan pertandingan, serta lapangan permainan. Jika diperlukan boleh
memakai sound dan mix.
Untuk mengatur semua itu,
sepertinya hal yang mustahil dilakukan oleh siswa SD. Namun, dalam kenyataannya
ternyata peserta didik SD pun bisa melakukannya. Tentu saja dengan arahan dan
pengawasan dari gurunya terutama guru penjas. Bagimana pun setiap guru bertugas
untuk mendidik peserta didiknya agar lebih mandiri dan berjiwa kepemimpinan.
Tentu saja pendidikan tersebut diberikan bukan dengan cara mendikte melainkan
mengarahkan agar peserta didik dapat melakukannya dengan senang hati. Sesuatu
yang dilakukan dengan senang hati maka akan terasa ringan. Hal itu terlihat
pada raut wajah mereka panitia, wasit, dan intruktur pertandingan PORAK SDN
Sukamulya yang melakukan tugasnya dengan bahagia, ceria, tanpa ada beban
sedikitpun meskipun harus capek, panas-panasan, dan tanpa dibayar se-sent pun.
Mereka melakukannya dengan ikhlas dan sukarela.
Penulis
adalah
guru Penjaskes di SDN Sukamulya Kecamatan Bungursari UPT Dinas Pendidikan
Wilayah Barat Kota Tasikmalaya. Pengurus IGORA Kota Tasikmalaya.
Terbit di Majalah Persada Nusantara, Pebruari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar